Gaji Umr Kota Madiun 2020

GajiUmr.com Rencana pengusulan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) ramai diperbincangkan sejak tahun 2019 lalu. Akhirnya, awal tahun 2020 Pemerintah Jawa Timur mengumumkan kenaikan UMR di berbagai daerah, termasuk Madiun.

UMR Madiun Tahun 2019 dan Tahun 2020

Madiun dikenal sebagai kota perdagangan dan industri. Daerah ini merupakan salah satu pusat pelayanan dalam skala besar, meliputi Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan.

Tahun ini, UMR Madiun juga turut naik seperti daerah di Jawa Timur lainnya. Untuk upah minimun tahun 2019 sebesar Rp.1.801.406,09, naik menjadi Rp.1.954.705,75 di tahun 2020 ini. Kenaikan upah minimun tersebut dipertimbangkan berdasarkan laju inflasi, rata-rata pertumbuhan ekonomi dan masih banyak lagi.

logo kota madiun
logo kota madiun

Luas wilayah Madiun memang tidak terlalu luas, namun termasuk dalam salah satu daerah dengan perekonomian terbaik di Jawa Timur. Dengan peyumbang terbesarnya yaitu perdagangan, industri dan informasi komunikasi.

Peluang Kerja di Madiun

Selain perindustrian, banyak terdapat pusat perbelanjaan di Kota Madiun di antaranya Lawu Plaza, Presiden Plaza, Suncity Mall, Transmart, Timbul Jaya Plaza, Pasar Besar, dan masih banyak lagi.

Kondisi perekoniman inilah yang akhirnya mempengaruhi besar kecilnya jumlah minimuma upah di setiap Kabupaten/Kota. Jumlah UMR Kota Madiun berbeda dengan wilayah lain. Umumnya, daerah perindustrian memiliki ketetapan upah lebih tinggi.

Sementara industri pengolahan terdiri dari dua jenis, yaitu pengolahan makanan dan minuman, serta industri transportasi. Sektor pangan Madiun yang paling terkenal antara lain brem, kerupuk salak, madu mongso, kerupuk puli, dan makanan khas lainnya.

Penyedia Lowongan Kerja Terbesar

Sektor paling besar di daerah ini adalah Pabrik Gula Redjo Agung dan Industri Kereta Api (INKA). Lokasi keduanya berdekatan, yaitu di Jl. Ringroad Kota Madiun. Baik pangan maupun transportasi memiliki PDRB mencapai 83%, persentase paling tinggi di Madiun.

Pabrik Gula Redjo merupakan bangunan peninggalan kolonialisme yang berdiri sejak 1894. Sejak dulu digunakan oleh penduduk sekitar Madiun untuk mengolah tebu. Hingga berdiri dan dikenal sebagai industri paling besar seperti sekarang.

Sedangkan INKA, bukan hanya perusahaan transportasi terbesar di Madiun. Melainkan terbesar di Indonesia. Industri ini menjadi salah satu penggerak perekonomian terbesar di daerah tersebut.

Berbeda dengan daerah lainnya, dimana penyumbang perekonomian terbesar adalah sektor pertanian. Kondisi geografis Madiun memungkinkan untuk didirikan industri. Itulah sebabnya, lahan pertanian di daerah ini sangat sedikit.

Dunia Kerja di Madiun

Selama tahun 2019, Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun menyediakan pelatihan kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menekan angka pengangguran. Total jumlah yang mengikuti mencapai hingga 850 orang.

Orientasi pelaksanaan pelatihan ini mengajarkan individu untuk membuka peluang usaha sendiri. Kegiatan yang dibuka antara lain jahit, membatik, memotong rambut, merias dan masih banyak lagi.

Jumlah pengangguran di Madiun terhitung sampai Oktober 2019 sebanyak 14.500 orang. Di antaranya lulusan SMP, SMA dan Sarjana. Diharapkan adanya pelatihan kerja ini setiap individu dapat bekerja secara mandiri.

Meskipun terkenal dengan daerah perindustrian, tingkat pengangguran masih cukup tinggi. Hal ini dipengaru oleh letak geografis Madiun yang kecil, sehingga jumlah lapangan pekerjaan masih kurang memenuhi.

Terbatasnya lapangan pekerjaan, membuat sebagian besar warga menjadi TKI. Selain itu, sebagian besar dari mereka beranggapan, bahwa bekerja keluar negeri penghasilan lebih menjamin dibandingkan dengan jumlah UMR Madiun.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!